Pada Rabu (26/06/2024) Petugas Gizi Puskesmas Sindangkasih dan Bidan Desa Sindangkasih melakukan kunjungan lapangan ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis) di Desa Sindangkasih.
Tujuan kunjungan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatannya. KEK terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan asupan makanan yang mencukupi dalam jangka waktu yang lama, sehingga menyebabkan status gizi yang kurang optimal. Untuk mengevaluasi kondisi ini, dilakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan pemantauan berat badan secara teratur.
Lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm sering kali menjadi indikator bahwa seorang ibu hamil mengalami KEK. Kondisi gizi yang tidak mencukupi atau berlebih pada ibu hamil dapat menghasilkan sejumlah komplikasi yang berpotensi berdampak serius pada kesehatan janin yang dikandungnya. Salah satu dampak yang signifikan adalah terhambatnya pertumbuhan janin, yang dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Pentingnya pemantauan secara rutin adalah untuk mendeteksi dini KEK dan mengambil tindakan pencegahan atau intervensi yang tepat. Dengan mempertahankan status gizi yang baik selama kehamilan, risiko komplikasi pada ibu dan janin dapat diminimalisir. Langkah-langkah seperti konseling gizi, suplementasi makanan, atau perubahan pola makan dapat direkomendasikan oleh tenaga medis untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin yang optimal.
Pemantauan yang cermat juga membantu dalam memberikan informasi yang diperlukan bagi perencanaan kehamilan berikutnya serta untuk memastikan bahwa ibu dan bayi mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka sepanjang masa kehamilan.